Tim Impian Tukang Mabuk Sepanjang Masa

Posted by admin on Jun 17th, 2009 and filed under Sepakbola luar negeri. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry


Goal.com Indonesia mencoba merangkum gabungan pemain-pemain yang memiliki sisi gelap dari sudut pandang alkoholisme di luar permainan mereka di lapangan.

Secara umum, alkoholisme ini cenderung merusak potensi pemain jika kecanduan saat masih aktif sebagai pemain, dan kehidupannya juga mungkin rusak jika hal ini terjadi setelah pensiun dari lapangan hijau.

Semoga contoh dari anggota tim dengan formasi 4-3-3 ini, termasuk contoh bagaimana mereka bangkit dari dunia kegelapan itu, dapat membuat banyak pihak sadar akan bahaya terpengaruh jebakan alkohol yang terlalu banyak.


Kiper:

Peter Shilton

Kegemilangan kiper peraih 125 penampilan terbanyak untuk timnas Inggris ini diatas lapangan dinodai dengan kesalahannya pada 1980. Shilton tertangkap basah mengemudi dengan keadaan mabuk dan sedang bersama seorang wanita bernama Tina. Ketika suami Tina, Colin, datang menjemput, sang suami menyatakan pakaian keduanya tak beraturan. Shilton pun langsung tancap gas, tetapi malangnya, ia menabrak lampu jalan dan kemudian didenda £350 serta dilarang mengemudi selama 15 bulan.

Bek:
Paul McGrath

“Paul punya masalah serupa dengan George Best, (tetapi) ia tak diragukan lagi adalah atlet sepakbola paling alami yang sanggup anda bayangkan,” begitulah ungkapan Sir Alex Ferguson tentang anak asuhnya kepada asistennya saat itu Brian Kidd. McGrath meraih dua Piala FA, dua Piala Liga, bahkan menjadi Pemain Terbaik versi PFA 1993. Tetapi, kecanduannya kepada alkohol membuat karirnya berantakan, bahkan sempat mencoba bunuh diri empat kali. Yang pertama, saat Sir Alex memutuskan untuk menjualnya ke Aston Villa pada 1989.

Tony Adams (Kapten)
Kecanduan Adams pada alkohol dimulai pada pertengahan 1980, dimana ia sering terlibat perkelahian di kelab malam, bahkan sempat ditahan di penjara selama dua bulan. Namun, kedatangan Arsene Wenger sebagai manajer Arsenal pada Oktober 2006 menyelamatkan karirnya. Wenger menetapkan diet ketat dan juga sikap disiplin dalam gaya hidup pemain, dan akhirnya Adams sukses menjadi satu-satunya pemain dalam sejarah sepakbola Inggris yang meraih gelar sebagai kapten di tiga dasawarsa yang berbeda, dan Adams pun layak menjadi kapten dalam tim ‘pemabuk’ ini sebagai panutan karena berhasil keluar dari ketergantungan alkohol.

John Terry
Meski kini sudah bertobat, John Terry pernah bergabung dengan the Chelsea Four, bersama dengan Jody Morris, Frank Lampard, dan Eidur Gudjohnsen. Grup ini mengejek turis asal AS di Heathrow Airport, tak lama setelah serangan teroris 11 September 2001 ke New York dan Pentagon. Pengangkatannya sebagai kapten Chelsea dan kemudian timnas Inggris menjadi motivasinya untuk bertobat, dan bahkan kini menjadi panutan bagi pemain lainnya.

Ashley Cole

Kejadian nyata tentang kegandrungan Cole terhadap alkohol belum lama ini terjadi, tepatnya pada Maret 2009. Cole ditangkap pada dini hari akibat menolak permintaan polisi untuk tenang saat bertengkar dengan seorang fotografer karena bek Chelsea itu dibawah pengaruh alkohol. Akhirnya, polisi mendenda Cole £80, tetapi Chelsea justru yang menghukumnya lebih keras dengan dua pekan gaji, atau £160,000.

Tengah:
Paul Gascoigne

‘Gazza’ sempat dianggap sebagai salah satu pemain paling berbakat dalam karirnya, namun ia terlalu banyak terlibat dalam insiden di luar lapangan dan juga sejumlah cedera yang membuatnya gagal memaksimalkan potensi yang sebenarnya. Hal ini lebih jelas terlihat setelah karirnya usai, bahkan Gazza mengaku hampir meninggal saat menjalani rehabilitasi pada 2008, karena jantungnya sempat berhenti berdetak tiga kali. Kini, Gazza tampak mulai sembuh dari ketergantungan dan menjadi salah satu komentator di BBC. Gazza menyesal gagal bergabung dengan Manchester United, dan Sir Alex Ferguson juga mengaku menyesal batal mengontrak salah satu penghibur di dunia sepakbola itu.

Diego Maradona
Meskipun Maradona lebih dikenal dengan ketergantungan terhadap kokain, Maradona juga punya masalah dengan alkohol. Setelah pensiun, berat badan Maradona bertambah drastis dan ia sempat dirawat di rumah sakit di Buenos Aires karena hepatitis dan dampak dari penyalahgunaan alkohol. Tetapi kini, pemilik gol ‘Tangan Tuhan’ itu berhasil mengatasi ketergantungannya itu dan menjadi pelatih timnas Argentina.

Rully Nere
Selain pesepakbola internasional, Indonesia juga memiliki pemainnya sendiri. Rully Nere memiliki reputasi yang kurang baik sebagai pecandu alkohol, meski prestasinya di lapangan hijau, terutama saat membela timnas Indonesia pada 1977 – 1989 membuatnya dijuluki ‘Jean Tigana’ dari Indonesia.

Depan:
George Best
Banyak pihak menyandingkannya dengan Diego Maradona dan Pele. Tetapi, kecepatan, keseimbangan, keahliannya menggunakan kedua kakinya, dan ketajamannya mencetak gol dirusak dengan gaya hidupnya di luar lapangan. Pemilik nomor keramat 7 di Manchester United ini menderita kecanduan akan alkohol, bahkan nyawanya melayang pada 2005 pada usia 59 karena kerusakan pada ginjalnya, antara lain sebagai dampak negatif dari alkoholisme itu. Yang menarik, manajer Manchester United pada 1970 Wilf McGuinness tak habis pikir saat Best berpeluang membawa kemenangan bagi United di semi-final Piala FA, namun Best justru terjatuh di depan gawang.

Gerd Muller
Salah satu pencetak gol terulung sepanjang sejarah sepakbola ini juga ternyata mempunyai sisi lain. Hanya Ali Daei dan Pele yang mencetak gol lebih banyak di ajang internasional, dan sebelum dilampaui oleh Ronaldo pada Piala Dunia 2006, striker Jerman ini menjadi pencetak gol terbanyak Piala Dunia dengan 14 gol. Tetapi, setelah karirnya berakhir pada 1982, Muller terjerembab ke jurang alkoholisme dan akhirnya sadar dan masuk pusat rehabilitasi. Setelah itu, Bayern Munich memberikannya pekerjaan di tim kedua Bayern sebagai asisten pelatih.

Garrincha
Salah satu penggiring bola terbaik dunia ini memiliki kehidupan pasca karirnya di sepakbola sungguh berlawanan dengan saat masih aktif sebagai pemain. Bahkan banyak menganggap pemilik nama asli Manuel Francisco dos Santos ini punya kemampuan setara dengan Pele. Kehidupan pribadinya setelah pensiun sangat buruk, alkohol menguasainya dan sempat menikah beberapa kali sebelum akhirnya meninggal pada 19 Januari 1983 dalam usia 49 tahun karena masalah pada hatinya. Puluhan ribu fans, rekan, dan mantan pemain hadir pada pemakaman pemain yang juga dipanggil Alegria do Povo, atau (sumber) kegembiraan untuk banyak orang.

Selain nama-nama diatas, ada beberapa pemain lain yang sebenarnya masuk daftar, termasuk Jermain Pennant. Mantan bintang muda Arsenal ini sering tertangkap mengemudi dalam keadaan mabuk, hingga akhirnya sempat masuk penjara pada 1 Maret. Tetapi, karena profesinya sebagai pemain, Pennant dibebaskan secara bersyarat setelah 30 hari dan harus memakai peralatan elektronik khusus setiap saat, termasuk saat tampil di lapangan.

Jika diamati dengan seksama, banyak diantara pemain yang berada dalam daftar ini berasal dari dataran Inggris. Kebiasaan mereka menenggak bir selama bersosialisasi tampaknya menjadi tradisi yang sulit untuk dihapuskan, dan jika tidak terkontrol, terbukti dapat berpengaruh sangat buruk dalam kehidupan siapapun. Say No To Drugs and Alcohol!Space Iklan

Space Iklan

dicari dengan kata kunci

Related posts:

  1. NIKE memperkenalkan kostum Tim Manchester United musim 2010-2011 Jakarta, 15 Juli 2010 – NIKE, Inc. (NYSE:NKE) hari...
  2. NIKE MEMPERKENALKAN KOSTUM TIM JUVENTUS FC MUSIM 2010-2011 Jakarta, 1 Juli, 2010 – NIKE, Inc. (NYSE:NKE) hari...
  3. Inilah Tim Peserta Babak 16 Besar Fase grup Liga Champions telah usai. Beberapa tim besar...
  4. Tragedi Tim Nasional Tim nasional sepak bola Indonesia akhirnya harus menerima kenyataan...

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

No Responses for “Tim Impian Tukang Mabuk Sepanjang Masa”

  1. sty says:

    Pertamax nih gw gan

    id kaskus: sty

    cendolin ye ^^

  2. acyied says:

    kagak ngarti bola gan.. numpang tumpahan cendol aje :hiks:

    id kaskus: acyied

    ditunggu ya di kulkas cendolnya :sip:

  3. liquid4snake says:

    Alkohol merusak segalanya :hiks:

    id kaskus:liquid4snake

  4. toko online says:

    tak ada sesuatu yg sempurna. karenanya ketenaran kadang membuat seorang pemain sepak bola, lupa akan posisinya. Bahwa mereka adalah public figure. Harusnya mereka bisa memberikan contoh kepada para fans nya. :(

    id kaskus : toko online:nyembah:

  5. steinberger474 says:

    KERUGIAN AKIBAT ALKOHOL

    Pada tanggal 30 Juni 2006, Jawatan Kesehatan Nasional Inggris mengeluarkan laporan mengejutkan yang mengungkapkan bahwa kematian yang disebabkan oleh penyakit lever akibat alkohol di Inggris telah melonjak 37% dalam 5 tahun terakhir. Jumlah orang yang masuk rumah sakit selama dekade yang lalu telah melonjak lebih dari 100% untuk penyakit lever akibat alkohol, 75% gangguan mental akibat alkohol, dan 60% karena keracunan akibat alkohol. Alkohol sekarang merupakan pembunuh nomor 1 bagi pria dan wanita muda di Inggris dan di sejumlah negara lain. Tak seorang pun di dunia ini yang dikecualikan dari pengaruh alkohol yang merusak.

    Berita paling menakutkan dari laporan Inggris itu adalah meningkatnya aktivitas minum oleh anak-anak. Sejumlah 22% anak-anak sekolah di Inggris antara umur 11 dan 15 tahun melaporkan bahwa mereka telah minum alkohol di minggu sebelumnya. Banyaknya minuman beralkohol yang dikonsumsi per kapita oleh anak-anak dalam kelompok umur ini telah berlipat ganda sejak tahun 1990. Di kalangan anak remaja, gadis-gadis berusia 15 tahun lebih banyak minum alkohol daripada anak laki-laki. Secara keseluruhan, orang-orang Inggris mengonsumsi alkohol 121% lebih banyak dibanding dengan 50 tahun yang lalu.

    Mengapa anak-anak sekolah di Inggris merusak pikiran dan tubuh mereka dengan alkohol yang beracun? Kesadaran umum akan pengaruh merusak dari alkohol telah meningkat; kesadaran akan kesehatan dan spiritualitas telah meningkat; tetapi kelakuan ganjil yang merusak diri sendiri ini tetap berlangsung!

    Sebagian alasan untuk kasus yang menyedihkan ini adalah pertumbuhan industri alkohol. Alkohol saat ini dibuat dengan biaya yang lebih murah dan belum pernah semurah itu untuk dibeli sebelumnya. Industri tersebut juga telah mengembangkan produk baru yang menargetkan anak-anak muda dengan iklan yang licik. Sebagai contoh, sebuah produk yang dinamakan “alcopops” telah menjadi sangat populer di Inggris, terutama di antara anak-anak sekolah perempuan. Minuman ini terbuat dari minuman keras yang diberi gula dan perencah. Alcopops saat ini adalah minuman beralkohol paling populer di antara anak-anak sekolah perempuan.

    Akibat tekanan yang sangat kuat dari industri alkohol, pemerintah Inggris mengeluarkan sebuah undang-undang pada tahun 2003 untuk menambah jam penjualan alkohol. Di waktu yang lalu, kedai minum akan berhenti menjual alkohol pada jam 11 malam. Akan tetapi, sejak tahun 2006, pemerintah malah mengizinkan penjualan alkohol di kedai minum, supermarket, pompa bensin, dan toko-toko lainnya selama 24 jam per hari. Undang-undang tersebut juga mengizinkan anak-anak memasuki kedai minum terlarang dan mengizinkan anak-anak yang berusia 16 tahun mengonsumsi alkohol di restoran jika mereka ditemani oleh seorang dewasa.

    Hal paling memalukan mengenai undang-undang baru ini adalah kenyataan bahwa undang-undang ini ditentang oleh sebagian besar masyarakat dan dikutuk oleh sejumlah besar ahli kesehatan. Naik turunnya pendapat umum telah berbalik: Bahkan banyak pemilik kedai minum telah berkeberatan terhadap undang-undang tersebut. Undang-undang tersebut sangat kontras dengan RUU baru pemerintah Inggris yang menentang kegiatan merokok di tempat umum. Undang-undang tersebut juga berlawanan arus dengan kecenderungan perkembangan perundang-undangan alkohol di seluruh dunia. Apa yang ditunjukkan oleh keadaan yang sulit ini adalah bahwa meskipun tingkat kesadaran dunia telah meningkat, perusahaan-perusahaan besar di beberapa negara telah berhasil menciptakan sebuah ilusi yang menyembunyikan akibat fatal dari alkohol. Puncak kerugian itu adalah jutaan kematian per tahun, termasuk anak-anak sekolah yang polos. Umat manusia semestinya melarang perusahaan-perusahaan yang curang ini dan secara total menghilangkan pengonsumsian alkohol.

    ID Kaskus : steinberger474

    Jgn lupe cendol nye yah gan… ^_^

  6. overline says:

    Mabuk lagi…mabuk lagi…
    mereka juga kok yang nanti nyesel
    ADRIANO Ngga bos…

    id kaskus : overline

  7. Luciell says:

    Gyahaha,,,drunken soccer bukannya shaolin soccer…!!lucu gan…

    Ditunggu cendolnya gan..

    Id kaskus : luciell

  8. Panicroom_adv says:

    teraxkir gua…jadi kpengen mabvukk juga ahh…!!

    MAbuk cendol..hehe…

    ID kaskus : Panicroom_adv

  9. obocan says:

    :melet::melet::melet:
    dukung no alkohol,tapi mau cendolnya gan
    id kaskus : obocan

  10. a120d says:

    Mang si Terry tukang mabok jg ya.. ckckck. baru tau..

    ID KASKUS : a120d

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

Advertisement