MARET ini mungkin digelar silaturahim sepakbola nasional di Malang oleh forum wartawan sebagai tindaklanjut gagasan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ekspektasinya, terjadi proses reformasi di tubuh Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Secara kongkret, apa bentuknya?
Sebagian kalangan membidik target pada mundurnya Nurdin Halid dari kursi Ketua Umum PSSI. Lelaki asal Makassar yang akrab dipanggil Puang itu dianggap gagal mempersembahkan prestasi bagi insan sepakbola Tanah Air. Dua deret ukur terakhir, yakni masuk kotaknya Timnas di SEA Games Laos 2009 dan gugurnya skuad Merah-Putih di fase prakualifikasi Piala Asia 2011.
Tak kurang, terdapat 100-an grup terdiri puluhan ribu person di dunia maya yang lazim disebut Facebookers kompak dengan tuntutan Nurdin harus mundur. Satu grup menamakan diri sebagai “1.000.000 Facebookers Menuntut Nurdin Halid Mundur sebagai Ketua Umum PSSI”. Grup lain yang menyebut nama “100.000 orang MENGINGINKAN REVOLUSI PSSI!” bahkan telah menjaring 11.000-an person.
Bila Nurdin berhasil ditonjok keluar dari tampuknya, lalu siapa yang layak diangkat menjadi kandidat pengganti dia? Tiga nama pantas diapungkan ke muka.
Pertama, Jusuf Kalla. Mantan Wakil Presiden RI dianggap mumpuni dalam reputasi dan memiliki kemampuan lobbying tingkat atas yang luas. Poin pendukung bagi JK, tak lain, idenya mendatangkan Guus Hiddink sebagai pelatih Timnas Merah-Putih.
Kedua, mantan Gubernur DKI Sutiyoso. Bang Yos dinilai tak asing dengan dunia olahraga lantaran pernah menjabat Ketua Umum PBSI. Tapi belum ditemukan catatan berarti yang menyangkut manuvernya untuk kemajuan persepakbolaan Indonesia.
Ketiga, Arifin Panigoro. Bos minyak grup Medco ini telah berani memeras dana guna menggelar liga kelompok-umur di pelbagai belahan kota seantero Nusantara. Melalui Piala Medco tercetak banyak bibit muda berbakat, antara lain para pemain belia yang kini menjalani crash-program di Uruguay.
Terserah nantinya, siapa pun yang terpilih jadi suksesor Nurdin Halid di singgasana Ketua Umum PSSI, sudah selayaknya dia memutar otak menggagas cetak-biru program sepakbola nasional menuju prestasi di dunia internasional.
Jadi, kemungkinan besarnya, lewat silaturahim sepakbola di Malang nanti, forum wartawan harus mengasah ujung tombak demi mengerek isu besar yang berasal dari virtual movement (gerakan maya). Akan efektiflah kalau hal itu berlanjut pada tahap tindakan. Gerakan Facebookers dapat menjadi pembentuk kesadaran. (msy) _ okezone
Related posts:
- Ketika Revolusi PSSI dimaknai dengan jenaka Terinspirasi kasus bibit & chandra dan prita gerakan revolusi...
- Daerah Enggan Lengserkan Nurdin dari Kursi Ketum PSSI Kongres Sepak Bola Nasional (KSN) di Malang 30-31 Maret...
- Agum Tolak Gantikan Nurdin Halid Mantan Ketua Umum PSSI sekaligus Ketua Panitia Kongres Sepak...
- Tiga Alasan Mengapa KSN Gagal Di mata pengamat sepakbola Effendi Ghazali, Kongres Sepakbola Nasional...
- Apresiasi Nurdin Halid untuk Arema Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, memberikan apresiasi tinggi kepada...
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

