Kongres Sepak Bola Nasional (KSN) bakal menjadi ajang penggodokan rekomendasi untuk memperbaiki PSSI. Salah satu usulan yang muncul adalah revolusi otoritas sepak bola Tanah Air Pelaksanaan KSN di Malang tinggal menghitung hari.
Memasuki hari-hari terakhir menjelang pelaksanaan KSN yang ide dasarnya muncul dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini, suara desakan agar ada revolusi di tubuh PSSI itu semakin kencang.
KSN muncul dari keprihatinan SBY terhadap prestasi sepak bola nasional di kancah internasional. Meski belum dilaksanakan, hal itu sudah menggelindingkan isu untuk membawa arus perubahan besar-besaran di tubuh PSSI yang dipimpin Nurdin “NH” Halid.
Bahkan, suara lantang agar NH mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI juga muncul dari Ketua Pelaksana Daerah KSN Peni Suparto. Menurut Wali Kota Malang ini, prestasi sepak bola nasional mengalami kemunduran yang sangat jauh.
“Sama Laos saja tim sepak bola kita kalah. Tentu ini membutuhkan perbaikan yang mendasar. Kalau saya sebagai Nurdin Halid, tentunya saya sudah mengundurkan diri, karena malu tidak mampu berprestasi,” tandasnya.
Hal senada dilontarkan mantan pemain sepak bola nasional Abdurrahman Gurning. “Kalaupun ada wacana pergantian Nurdin pada KSN di Kota Malang tanggal 30–31 Maret, saya rasa Agum Gumelar atau EE Mangindaan merupakan sosok yang pas,” ujar pria yang kini melatih PSPS Pekanbaru ini seperti dikutip Antara kemarin.
Gurning yang sempat memperkuat timnas pada Asian Games di Seoul, Korea Selatan 1988, itu beralasan kedua mantan jenderal tersebut merupakan sosok yang peduli terhadap sepak bola. Selain sudah tidak asing lagi di dunia olahraga, mereka juga dinilai bukan sosok yang hanya mengejar jabatan suatu organisasi, melainkan siap menjalankan amanah jika ditunjuk.
“Saya rasa di antara keduanya mau untuk memimpin PSSI asalkan ditunjuk. Mereka adalah orang yang bisa menghimpun dana dari pihak ketiga untuk pembinaan sepak bola Tanah Air,” katanya.
Sementara itu, untuk persiapan menjelang pelaksanaan rangkaian kegiatan KSN di Malang, Abriadi —panitia pelaksana pertandingan Arema Indonesia— mengaku sudah mulai melakukan geladi bersih menyambut kehadiran SBY.
“Geladi bersih akan dilaksanakan saat Arema bertemu Persijap Jepara di Stadion Kanjuruhan, Rabu (24/3),” sebutnya. Panpel Arema wajib melakukan geladi bersih karena dijadwalkan saat pembukaan KSN, SBY bersama para peserta KSN akan menyaksikan secara langsung pertandingan Arema melawan Persitara Jakarta Utara, Selasa (30/3).
Geladi bersih yang dimaksud Abriadi antara lain dengan pemberlakuan penjualan tiket masuk sesuai dengan pintu masuk stadion. Penonton dilarang masuk stadion apabila tiket yang dibawa tidak sesuai dengan pintu masuk. “Tujuan konsep ini untuk meratakan kepadatan penonton,” tandasnya. [yuswantoro/sindo]
Related posts:
- Menengok sejarah revolusi PSSI beberapa tulisan yang berhubungan dengan revolusi PSSI, agar kita...
- Ketika Revolusi PSSI dimaknai dengan jenaka Terinspirasi kasus bibit & chandra dan prita gerakan revolusi...
- Jusuf Rizal Siap Gantikan Nurdin Halid Mantan Direktur Pembinaan Usia Muda dan Promosi PSSI, Jusuf...
- Suporter Ancam Boikot Pertandingan Kongres Suporter Sepak Bola Nasional (KSSN) di Malang menuntut...
- Daerah Enggan Lengserkan Nurdin dari Kursi Ketum PSSI Kongres Sepak Bola Nasional (KSN) di Malang 30-31 Maret...
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.




