Archive for the ‘piala dunia’

#pialadunia FIFA Umumkan Daftar Markas Tim02.25.10

FIFA akhirnya mengumumkan markas dari 32 tim yang akan ambil bagian di putaran final Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.

Tidak banyak perubahan terjadi mengenai daftar markas tersebut, walau sebelumnya sempat dikabarkan banyak pihak yang tidak puas dengan fasilitas yang ada di markas mereka.

Inilah daftar markas 32 tim di Afrika Selatan:
- Aljazair, Zimbali Lodge, KwaZulu-Natal
- Argentina, High Performance Centre, Pretoria
- Australia, Kloofzicht Lodge, Gauteng
- Brasil, The Fairway, Cape Town
- Kamerun, Oyster Box, KwaZulu-Natal
- Cile, Ingwenyama Conference Center, Lowveld
- Denmark, Simola Hotel Country Club, Knysna
- Inggris, Bafokeng Sports Campus, Rustenburg
- Prancis, Pezula Resort Hotel & Spa, Knysna
- Jerman, Velmore Hotel, Centurion
- Ghana, Rhoode Valley, Eastern Cape
- Yunani, Beverly Hills Hotel, KwaZulu-Natal
- Honduras, The Indaba Hotel, Johannesburg
- Italia, Leriba Lodge, Pretoria
- Pantai Gading, Riverside Hotel & Conference, Vaal, Gauteng
- Jepang, Fancourt Hotel & Counry Club, George
- Meksiko, Thaba Ya Batswana, Johannesburg
- Belanda, Hilton Sandton, Sandton
- Selandia Baru, Serengeti Estate, Gauteng
- Nigeria, Hampshire, Durban
- Korea Utara, Protea Hotel Midrand, Johannesburg
- Paraguay, Woodridge Country Estate, KwaZulu Natal
- Portugal, Valley Lodge, Gauteng
- Serbia, Sunnyside Park Hotel, Johannesburg
- Slovakia, The Villas Luxury Suite Hotel, Pretoria
- Slovenia, Hyde Park Southern Sun, Johannesburg
- Spanyol, NWU Campus, Potchefstroom
- Afrika Selatan, Southern Sun Grayston, Sandton
- Korea Selatan, Hunters Rest Hotel, Rustenburg
- Swiss, Emerald Resort & Casino, Vanderbijlpark
- Amerika Serikat, Irene Country Lodge, Pretoria
- Uruguay, Protea Hotel Kimberley, Kimberley
twitter 35b #pialadunia FIFA Umumkan Daftar Markas Tim


Viewed 10782 times by 1930 viewers

Posted in piala duniawith No Comments →

EMHA : KECANTIKAN SEPAK BOLA #pialadunia02.19.10

Sebagian penggemar sepak bola, dengan alasan yang berbeda-beda, menginginkan kesebelasan Brazil menjadi juara. Wajarlah itu. Tetapi apakah sepak bola cantik belum saatnya menyadari bahwa ia semakin menuju kematiannya? Apakah faktor kecantikan masih akan pernah mampu menjadi substansi utama olah raga dan budaya sepak bola? Apakah hegemoni industri pada peradaban ultra modern sekarang ini masih mengizinkan nilai-nilai yang non-materiil menjadi panglima? Apakah profesionalisme pragmatis masih mengizinkan nilai-nilai non-market berada di garis terdepan dari dialektika pasarnya?

Estetika, art, kecantikan, keindahan – tetap sangat diperlukan manusia semodern apapun – tetapi tidak boleh menjadi dominan. Religiousitas, bahkan agama, juga tetap diperlukan oleh manusia seliberal apapun – tetapi keagamaan hanya boleh menjadi pelengkap penderita, menjadi unsur belaka. Yang penting liberalnya, bukan agamanya. yang lokomotif liberalnya, agama hanya gerbong.

Maka kesebelasan Brazil dan sekaligus kebudayaan masyarakat Brazil benar-benar menghadapi dilema-dilema panjang dalam konteks itu. Keindahan sepakbola Brazil tidak hanya di lapangan, tapi juga dimunculkan dalam setiap sisi kehidupan budaya masyarakatnya yang terkait dengan bola. Budaya masyarakat Brazil bertitik berat pada budaya pesta. Mereka bekerja setahun untuk dihabiskan dalam pesta sebulan. Kalau kita bikin acara 17-an sehari dua hari, mereka sebulan penuh. Pada kejuaran apapun saja asalkan kesebelasan Brazil menang, meskipun baru pada babak awal – masyarakat sudah pasti memenuhi jalanan, kafe-kafe dan tempat apapun saja – bahkan media massa utamanya televisi mendukung semua itu dengan menyuguhkan acara-acara yang seirama.

Sebaliknya kalau ada seseorang tanya kepada Anda berapa skor Brazil melawan X, kemudian Anda menjawab 1:0 untuk X – maka ia akan langsung menangis. Dan kejadian semacam ini sudah sangat sering terjadi sejak kesebelasan sepak bolah indah Pele cs. juara Piala Dunia tahun 1970 mangakhiri kejayaannya. Piala Dunia 1974 ditonggaki oleh gol spektakuler Gerd Muller yang menghancurkan kejayaan total football Johan Cruyff dari Belanda tetangganya.

Sepak bola indah Brazil dikubur oleh fenomena total football,meskipun puncak kreativitas, sepak bola ini kemudian dibentur oleh antiklimaks sistem ultra-defensif Italia yakni catenaccio. Empat tahun demi empat tahun paradigma karakter persepakbolaan terus berkembang dan bergeser: Brazil selalu membayangi sampai hampir ke puncak – tatapi cobalah kita saksikan apakah keindahan masa silam akan sanggup mengungguli profesionalisme total persepakbolaan kontemporer. Yang penting gol! – dengan cara apapun, indah atau tidak, spektakuler atau tidak – yang penting gol. Dan Brazil sekarang benar-benar berada di titik tengah dilema untuk memilih persuasi terhadap sepak bola kontemporer ataukah mempertahankan kepribadian kontemporernya.

Tapi bagaimana mungkin Brazil mempertahankan keBraziliannya dalam sepak bola – kalau kebanyakan pemainnya bermain di Eropa dan sehari-hari menjalankan karakter sepak bola Eropa? Apakah tiba-tiba mereka bisa “menjadi Brazil” kembali dengan hanya kumpul sebulan dua bulan empat tahun sekali? Sebagaimana dalam kesenian, dunia sepak bola juga menawarkan excitement, sebaran rasa penasaran tentang akan muncul fenomena, paradigma, innovasi atau invensi apa lagi?

****************
Emha Ainun Najib
twitter 35b EMHA : KECANTIKAN SEPAK BOLA #pialadunia


Viewed 7754 times by 2454 viewers

Posted in piala duniawith No Comments →

#pialadunia 2006: Kemenangan Italia dan Tandukan Zidane02.13.10

Piala Dunia 2006, menjadi kali pertama bagi Jerman bersatu sebagai tuan rumah. Jerman yang saat itu masih bernama Jerman Barat pernah menjadi tuan rumah dan sekaligus menjuarainya pada Piala Dunia 1974. Besar harapan publik, Jerman bisa mengulang sukses Piala Dunia 1974. Sayang, harapan tinggal harapan. Tim besutan Jurgen Klinsmann harus puas meraih perunggu setelah mengalahkan Portugal 3-1.

Perhelatan Piala Dunia kali ini, hanya mengalami sedikit perubahan dari Piala Dunia 2002. Juara bertahan, tidak lagi lolos secara otomatis. Selain itu, babak tambahan waktu 2×15 menit tidak menggunakan sistem golden goal.

Empat negara menjalani debut mereka di putaran final, yakini, Republik Ceko, Trinidad-Tobago, Angola, dan Togo. Sayang keempat tim tersebut tersingkir di fase grup. Begitu juga dengan Korea Selatan semifinalis Piala Dunia 2002, juga ikut tersingkir di fase grup.

Bukan sepakbola namanya jika tidak penuh kejutan. Ekuador, Swiss, Australia, dan Ghana secara mengejutkan tembus ke babak 16 besar. Sayang, langkah mereka harus terhenti sampai di situ. Ekuador harus disingkirkan Inggris. Tendangan bebas David Beckham membawa “Three Lions” ke perempat final.

Australia memiliki kesempatan emas untuk mengalahkan Italia Pasalnya, Italia bermain sepuluh orang setelah Marco Materazzi mendapat kartu merah. Namun, pada masa injury time Italia mendapat hadiah penalti setelah Fabio Grosso dijatuhkan di kotak penalti. Francesco Totti sukses mengeksekusinya.

Duel antara Swiss versus Ukraina adalah satu-satunya laga yang membutuhkan drama adu penalti. Ukraina berhasil melaju ke perempat final setelah tidak satu pun pemain Swiss yang berhasil mengeksekusi penalti.

Pertandingan antara Portugal dan Belanda menjadi duel yang paling sengit. Bagaimana tidak, wasit Valentin Ivanov mengeluarkan 16 kartu kuning dan 4 kartu merah. Maniche menjadi pahlawan Portugal berkat gol yang dicetaknya pada menit ke-23.

Brasil bertemu satu-satunya perwakilan Afrika yang bertahan, Ghana. Saat itu, Ghana tampil impresif. Meskipun demikian, Ghana harus mengakui kekuatan sang juara bertahan setelah dikalahkan 0-3.

Jerman, Italia, Portugal, dan Perancis melaju ke semifinal. Jerman berhasil mengalahkan Argentina lewat drama adu penalti. Sama halnya dengan Portugal yang menyingkirkan Inggris.

Perancis berhasil menekuk Brasil 1-0. Tentunya duel ini mengingatkan kita pada partai final Piala Dunia 1998. Saat itu, “Tim Ayam Jantan” juga sukses mengandaskan “Tim Samba” 3-0. Kemudian, Italia mampu membungkam Ukraina 3-0. Luca Toni tampil impresif dengan mencetak sepasang gol.

Untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia 1982, babak semifinal diisi tim-tim Eropa. Pada pertandingan pertama, Jerman berhadapan dengan Italia. Dukungan penuh publik tidak membuat Jerman terhindar dari kekalahan. Italia berhasil menggusur “Tim Panser” dengan skor akhir 2-0. Kekalahan Jerman langsung disambut tangis oleh para pendukung setianya. Bahkan, Michael Ballack pun terlihat jelas menitikan air mata seusai laga. Di partai kedua, Zindine Zidane menjadi pahlawan Perancis dengan gol tunggalnya ke gawang Portugal.

Pada partai final, baik Italia maupun Perancis tampil penuh gairah. Namun, Perancis memimpin lebih dulu berkat gol Zinedine Zidane dari titik putih. Italia berhasil mencetak gol balasan pada menit ke-19. Marco Materazzi berhasil memaksimalkan umpan Andrea Pirlo. Hasil imbang ini memaksa digelar drama adu penalti. Para algojo tim Italia sukses menjalankan tugasnya. Namun, tidak untuk David Trezeguet. Peraih sepatu emas Piala Eropa 2000 ini gagal menaklukkan Gianluigi Buffon. Alhasil, Italia berhasil mengngkat trofi Piala Dunia untuk empat kalinya.

Selain kemenangan Italia yang cukp menggemparkan setelah mereka puasa selama 24 tahun lamanya, aksi Zidane juga lebih menggemparkan. Bagaimana tidak, tiba-tiba Zidane menanduk dada Materzzi hingga ia jatuh. Zidane pun langsung mendapat hukuman kartu merah. Setelah diusut aksi tandukan Zidane tersebut karena dirinya tersinggung ucapan Materazzi. Saat itu, Materazzi mengejeknya anak haram.

Rekam Pertandingan Piala Dunia Jerman 2006
Golden Boot Winner: Miroslav Klose
Golden Ball Winner: Zinedine Zidane
Yashin Award: Gianluigi Buffon
Best Young Player: Lukas Podolski
FIFA Fair Play Trophy: Brasil dan Spanyol
Most Entertaining Team: Portugal

Top Skor
Miroslav Klose (Jerman) 5 gol
Hernan Crespo (Argentina) 3 gol
Maxi Rodríguez (Argentina) 3 gol
Ronaldo (Brasil) 3 gol
Thierry Henry (Perancis) 3 gol
Zinedine Zidane (Perancis) 3 gol
Lukas Podolski (Jerman) 3 gol
Fernando Torres (Spanyol) 3 gol
David Villa (Spanyol) 3 gol

Perjalanan Menuju Juara

Grup A

9 Juni Jerman 4-2 Kosta Rika
9 Juni Poland 0-2 Ekuador
14 Juni Jerman 1-0 Polandia
15 Juni Ekuador 3-0 Kosta Rika
20 Juni Ekuador 0-3 Jerma
20 Juni Kosta Rika 1-2 Polandia

Klasemen Akhir Grup A

Negara P W D L Gls Pts
Jerman 3 3 0 0 8-2 9
Ekuador 3 2 0 1 5-3 6
Polandia 3 1 0 2 2-4 3
Kosta Rika 3 0 0 3 3-9 0

Grup B

10 Juni Inggris 1-0 Paraguay
10 Juni Trinidad & Tobago 0-0 Swedia
15 Juni Inggris 2-0 Trinidad & Tobago
15 Juni Swedia 1-0 Paraguay
20 Juni Swedia 2-2 Inggris
20 Juni Paraguay 2-0 Trinidad & Tobago

Klasemen Akhir Grup A

Negara P W D L Gls Pts
Inggris 3 2 1 0 5-2 7
Swedia 3 1 2 0 3-2 5
Paraguay 3 1 1 2 3-3 3
Trinidad & Tobago 3 0 1 2 0-4 1

twitter 35b #pialadunia 2006: Kemenangan Italia dan Tandukan Zidane


Viewed 42992 times by 5902 viewers

Posted in piala duniawith No Comments →

#pialadunia 2002: Korsel Lambungkan Kehormatan Asia02.13.10

PIALA Dunia 2002 untuk pertama kalinya berlangsung di Asia. Jepang dan Korea Selatan (Korsel) mendapat kehormatan menggelar pertama kalinya di Piala Dunia di milenium kedua. Selain itu, Jepang dan Korsel menjadi dua negara pertama yang menjadi tuan rumah secara bersama.

Sama halnya dengan Piala Dunia 1998, pada turnamen ini masih melibatkan 32 tim yang terbagi dalam 8 grup. Kedua negara pun sangat serius untuk menggelar Piala Dunia kali ini. Mereka rela menghabiskan dana cukup besar untuk membenahi infrastruktur kota dan membangun 20 stadion yang kebanyakan dimulai dari nol.

Sepuluh stadion yang digunakan di Korea Selatan yaitu, Daegu Blue-Arc, Seou Sang-Am, Busan Asid Main, Icheon Munchak, Suwon, Gwangju, Jeonju, Jeju, Daejon. Kemudian di Jepang: Stadion Internasional, Saitama, Shizuoka, Nagai, Miyagi, Oita, Nigata, Kashima, Kobe Wing, Sapporo Dome.

Pada turnamen ini, sungguh banyak kejutan yang terjadi. Tim besar seperti Perancis, Portugal, dan Argentina, yang selalu menjadi langganan final, harus tersingkir pada putaran pertama. Pada pertandingan pembuka, Senegal mencengangkan dunia dengan menaklukkan juara Piala Dunia 1998, Perancis. Pada 31 Mei, Bouba Diop mencetak gol pada menit ke-30 yang membuat pendukung Perancis tertunduk lemas di Stadion Soul, Korea Selatan. Tersingkirnya “Tim Ayam Jantan” tidak terlepas dari absennya Zinedine Zidane yang mengalami cedera. Tanpa sang maestro, Perancis bermain imbang dengan Uruguay 0-0 dan ditaklukkan Denmark 2-0.

Portugal yang menghuni Grup D bersama Korea Selatan, Amerika serikat, dan Polandia, gagal unjuk gigi pada Piala Dunia kali ini. Pada laga perdana, Luis Figo dkk ditekuk Amreika Serikat 2-3 di Stadion Suwon. Meskipun, mereka mampu bangkit dengan mencukur Polandia 4-0 namun pada laga pamungkas mereka harus menyerah 0-1 oleh Korea Selatan berkat gol sematawayang Park-Ji Sung pada menit ke-70.

Grup F memang menjadi grup neraka bagi Argentina. Gabriel Batistuta dkk menyerah 0-1 oleh Inggris dan gagal mengalahkan Swedia pada partai terakhir. Alhasil, Swedia dan Inggris melaju ke babak 16 besar.

Piala Dunia ke-17 ini, bisa dikatakan sebagai kebangkitan tim-tim kuda hitam. Bagaimana tidak, Turki, Senegal, Amerika Serikat, Korsel, Kosta Rika, dan Jepang, berhasil lolos ke putaran kedua. Grup G yang dianggap grup paling lemah beranggotakan Turki, Brasil, Kosta Rika, dan Cina, secara dua tim (Brasil dan Turki) mengejutkan menembus semfinal.

Korea Selatan, tim yang dipandang sebelah mata, berhasil menembus perempat final. Korea Selatan sukses mengalahkan Italia 2-1. Ahn Jung-Hwan menjadi pahlawan Korsel setelah mencetak gol di babak tambahan. Jika Ahn Jung-Hwan dielu-elukan pendukung Korsel, tidak bagi pendukung Italia. Ahn Jun-Hwan bernasib harus menerima caci-maki dari pendukung Italia. Bahkan, Ahn Jun-Hwan yang bermain di kompetisi Serie-A dipecat oleh klubnya, Perugia.

Kejutan pun tidak sampai disitu. Babak perempat final berjalan penuh kejutan. Korsel melangkah mulus. Mereka berhasil menyingkirkan Spanyol dalam drama adu penalti dengan skor akhir 5-3. Rakyat Korsel pun langsung turun ke jalan menyambut kemenangan ini. Mereka larut dalam kegembiraan sepanjang malam.

Brasil sukses menyingkirkan Inggris 2-1 pada babak perempat final. Inggris memimpin lebih dahulu berkat gol yang dicetak Michael Owen pada menit ke-23. Sayang, jelang turun minum Rivaldo berhasil membobol gawang Inggris yang dikawal David Seaman. Pada babak kedua, Seaman kembali gagal menghalau tendangan bebas Ronaldinho saat laga baru berjalan lima menit. Alhasil, pasukan besutan Sven Goran Eriksson ini harus angkat koper kembali ke Inggris.

Amerika Serikat gagal menembus final berkat gol tunggal Michael Ballack pada menit ke-39. Nasib serupa juga dialami Senegal. Ihan menjadi pahlawan Turki berkat gol yang dicetak di masa injury time.

Korea Selatan bernasib tragis pada babak semifinal. Mereka harus dieliminasi Jerman. Gol tunggal Michael Ballack membuat ribuan pendukung fanatik Korsel tertunduk lemas di Stadion Seoul. Turki pun harus bernasib naas. Mereka takluk 0-1 oleh Brasil. Ronaldo menjadi pahlawan kemenangan “Tim Samba”. Alhasil, Brasil bertemu Jerman pada partai final.

Namun sebelum dunia menyaksikan partai seru antara Brasil dan Jerman, para pencinta sepak bola disuguhkan partai sengit antara Korsel versus Turki untuk memperebutkan medali perunggu. Pada partai ini, Korsel tersontak dengan gol cepat Hakan Sukur. Penyerang AC Parma ini, memecahkan rekor karena mencetak gol pada detik kesebelas. Namun, Lee Eul-Yong berhasil mencetak gol balasan pada menit ke-9. Korsel dipastikan gagal meraih perunggu setelah sepasang gol IIhan, meski Song Chong-Gug berhasil mencetak gol pada masa injury time. Sukses Korsel menembus semifinal tak terlepas dari tangan dingin Guus Hiddink. Setalag Piala Dunia ini Hiddink mendapat juluka Raja Midas. Seperti Raja Midas yang menyentuh apapun menjadi emas, Hiddink berhasil mengubah Korsel menjadi tim yang ditakuti dari Asia.

Pada partai final kali ini, dianggap final yang paling pas. Mempertemukan dua negara paling sukses di Piala Dunia. Brasil tidak mengulangi kegagalan Piala Dunia 1998. Saat itu, “Tim Samba” menyerah 0-3 oleh “Tim Ayam Jantan”. Ronaldo menunjukkan tajinya sebagai pemain bintang. Ronaldo tampil impresif dengan mencetak sepasang gol, sekaligus membawa negaranya menekuk Jerman 2-0. Hasil ini membuat Brasil menjadi juara untuk kelima kalinya. Selain itu, “Tim Samba” tercatat sebagai negara yang selalu bisa bisa meraih gelar di benua mana pun Piala Dunia digelar.

Rekam pertandingan Piala Dunia 2002
Top skor
Ronaldo (Brasil) 8 gol
Rivaldo (Brasil) 5 gol
Miroslav Klose (Jerman) 5 gol
Marc Wilmorts (Belgia) 3 gol
Michael Ballack (Jerman) 3 gol
Robbie Keane (Irlandia) 3 gol
Pualeta (Portugal) 3 gol
Papa Bouba Diop (Senegal) 3 gol
Fernando Morietes (Spanyol) 3 gol
Raul Gonzalez (Spanyol) 3 gol
Henrik Larsson (Swedia) 3 gol
Ilhan Mansiz (Turki) 3 gol

Perjalanan Menuju Juara
GROUP A
31 Mei, Perancis vs Senegal 0-1
1 Juni, Uruguay vs Denmark 1-2
6 Juni, Denmark vs Senegal 1-1
6 Juni, Perancis vs Uruguay 0-0
11 Juni, Denmark vs Perancis 2-0

P W D L Goals Pts
1. DENMARK 3 2 2 0 5-3 7
2. SENEGAL 3 1 2 0 5-4 5
3. URUGUAY 3 0 2 1 4-5 2
4. PERANCIS 3 0 1 2 0-3 1

GROUP B
2 Juni, Paraguay vs Afrika Selatan 2-2
2 Juni, Spanyol vs Slovenia 3-1
7 Juni, Spanyol vs Paraguay 3-1
7 Juni, Spanyol vs Paraguay 3-1
8 Juni, Afrika Selatan vs Slovenia 1-0
12 Juni, Afrika Selatan vs Spanyol 2-3
12 Juni, Slovenia vs Paraguay 1-3

P W D L Goals Pts
1. SPANYOL 3 3 0 0 9-4 9
2. PARAGUAY 3 1 1 1 6-6 4
3. AFRIKA SELATAN 3 1 1 1 5-5 4
4. SLOVENIA 3 0 0 3 2-7 0

GROUP C
3 Juni, Brasil vs Turki 2-1
4 Juni, Cina vs Kosta Rika 0-2
8 Juni, Brasil vs Cina 4-0
9 Juni, Kosta Rika vs Turki 1-1
13 Juni, Costa Rika vs Brasil 2-5
13 Juni, Turki vs Cina 3-0

P W D L Goals Pts
1. BRASIL 3 3 0 0 11-3 9
2. TURKI 3 1 1 1 5-3 4
3. KOSTA RIKA 3 1 1 1 5-6 4
4. CINA 3 0 0 0 0-9 0

GROUP D
4 Juni, Korea Selatan vs Polandia 2-0
5 Juni, Amerika Serikat vs Portugal 3-2
10 Juni, Korea Selatan vs Amerika Serikat 1-1
10 Juni, Portugal vs Polandia 4-0
14 Juni, Portugal vs Korea Selatan 0-1
14 Juni, Polandia vs Amerika Serikat 3-1

P W D L Goals Pts
1. KORSEL 3 2 1 0 4-1 7
2. AMERIKA 3 1 1 1 5-6 4
3. PORTUGAL 3 1 0 2 6-4 3
4. POLANDIA 3 1 0 2 3-7 3

GROUP E
1 Juni, Irlandia vs Kamerun 1-1
1 Juni, Jerman vs Arab Saudi 8-0
5 Juni, German vs Iralndia 1-1
6 Juni, Kamerun vs Arab Saudi 1-0
11 Juni, Kamerun vs Jerman 0-2
11 Juni, Arab Saudi vs Irlandia 0-3

P W D L Goals Pts
1. JERMAN 3 2 1 0 11-1 7
2. IRLANDIA 3 1 2 0 5-2 5
3. KAMERUN 3 1 1 1 2-3 5
4. ARAB SAUDI 3 0 0 3 0-12 0

GROUP F
2 Juni, Argentina vs Nigeria 1-0
2 Juni, Inggris vs Swedia 1-1
7 Juni, Swedia vs Nigeria 2-1
7 Juni, Argentina vs Inggris 0-1
12 Juni, Swedia vs Argentina 1-1
12 Juni, Nigeria vs Inggris 0-0
12 Juni, Nigeria vs Inggris 0-0

P W D L Goals Pts
1. SWEDIA 3 1 2 0 4-3 5
2. INGGRIS 3 1 2 0 2-1 5
3. ARGENTINA 3 1 1 1 2-2 4
4. NIGERIA 3 0 1 2 1-3 1

GROUP G
3 Juni, Kroasia vs Meksiko 0-1
3 Juni, Italia vs Ekuador 2-0
8 Juni Italia vs Kroasia 1-2
9 Juni, Meksiko vs Ekuador 2-1
13 Juni, Meksiko vs Italia 1-1
13 Juni, Ekuador vs Kroasia 1-0

P W D L Goals Pts
1. MEKSIKO 3 2 1 0 4-2 7
2. ITALIA 3 1 1 1 4-3 4
3. KROASIA 3 1 0 2 2-3 3
4. EKUADOR 3 1 0 2 2-4 3

GROUP H
4 Juni, Jepang vs Belgia 2-2
5 Juni, Rusia vs Tunisia 2-0
9 Juni, Jepang vs Rusia 1-0
10 Juni, Tunisia vs Belgia 1-1
14 Juni, Tunisia vs Jepang 2-0
14 Juni, Belgia vs Rusia 3-2
14 Juni, Belgia vs Rusia 3-2

P W D L Goals Pts
1. JEPANG 3 2 1 0 5-2 7
2. BELGIA 3 1 2 0 6-5 5
3. RUSIA 3 1 0 2 4-4 3
4. TUNISIA 3 0 1 2 1-5 1

Putaran Kedua
15 Juni, German vs Paraguay 1-0
15 Juni, Denmark vs Inggris 0-3
16 Juni, Swedia vs Senegal 1-2
16 Juni, Spanyol vs Irlandia 3-2
17 Juni, Meksiko vs Amerika Serikat 0-2
17 Juni, Brasil vs Belgia 2-0
18 Juni, Jepang vs Turki 0-1
18 Juni, Korea vs Selatan 2-1

Perempat final
21 Juni, Inggris vs Brasil 1-2
21 Juni, Jerman vs Amerika Serikat 1-0
22 Juni, Spanyol vs Korea Selatan 3-5
22 Juni, Senegal vs Turki 0-1

Semifinal
25 Juni, Jerman vs Korea Selatan 1-0
26 Juni, Brasil vs Turki 1-0

Perebutan peringkat tiga
29 Juni, Korea Selatan vs Turki 2-3

FINAL
30 Juni, Brasil vs Jerman 2-0

twitter 35b #pialadunia 2002: Korsel Lambungkan Kehormatan Asia


Viewed 45153 times by 5958 viewers

Posted in piala duniawith No Comments →

#pialadunia 1998: Kejayaan Tim Ayam Jantan02.12.10

PERANCIS memang terkenal sebagai negara yang mampu melahirkan pemain dan tim yang terbaik. Selain itu, Perancis bisa dibilang yang membidani lahirnya Piala Dunia. Adalah Jules Rimet yang bertahun-tahun menjadi presiden FIFA merupakan orang berusaha keras untuk memperkenalkan Piala Dunia. Walau Perancis pelopor, taji “Tim Ayam Jantan” tidak cukup tajam pada kompetisi ini. Pada 1938, “Les Blues” dipercaya untuk menggelar ajang ini untuk ketiga kalinya, memiliki kesempatan emas untuk menggondol piala. Namun, Perancis gagal unjuk gigi di rumahnya karena Italia yang menjadi jawara untuk kedua kalinya setelah mengalahkan Hungaria 4-2.

Piala Dunia terus bergulir. Meski begitu, “Les Blues” belum jua menjadi jawara di ajang ini. Mereka baru menorehkan catatan yang cukup baik pada Piala Dunia 1958 di Swedia. Saat itu, mereka berhasil menjadi juara ketiga setelah mengalahkan Jerman Barat 6-3. Mereka gagal menembus final setelah diempaskan Brasil, 2-5, di babak semifinal. Pada Piala Dunia ini, mereka melahirkan dua penyerang yang sangat andal yaitu, Raymond Kopa dengan julukan “Si Perancang” dan Just Fontaine yang berjuluk “Si Eksekutor”. Tiga belas gol yang dicetak Fontaine untuk satu Piala Dunia masuh merupakan rekor hingga saat ini. Selanjutnya, Perancis kembali mencatat sejarah pada Piala Dunia 1986 di Meksiko. Saat itu, mereka kembali meraih perunggu setelah mengalahkan Belgia 4-2.

Pada 1998, Perancis kembali mendapat kehormatan untuk kembali menggelar Piala Dunia ke-16. Kejuaraan kali ini bisa dikatakan Piala Dunia yang cukup ideal. FIFA membuat kebijakan dengan melakukan penambahan delapan tim dari sebelumnya hanya mengikut sertakan 24 negara. Kebijakan ini membuka peluang yang lebih besar kepada negara di benua Afrika dan Asia. Masing grup juga mencerminkan pembagian yang sangat adil. Tiap-tiap grup dihuni oleh dua tim Eropa, satu tim Amerika, dan satu dari Asia atau Afrika. Kebijakan lainnya adalah dua dari 34 tim berhak lolos secara otomatis. Perancis mendapat jatah lolos karena menjadi tuan rumah dan Brasil sebagai juara bertahan.

Menjadi tuan rumah, harapan besar pun langsung membumbung tinggi dari seluruh masyarakat Perancis agar tim nasional kesayangannya bisa menggondol Piala Dunia di rumahnya sendiri. Federasi Sepak Bola Perancis (FFF) langsung menginstruksikan pelatih Aime Jacquet untuk mempersiapkan anak asuhnya dengan sangat matang.

Perancis tergabung bersama Denmark, Afrika Selatan, dan Arab Saudi menghuni Grup C. Dengan dukungan penuh suporter fanatiknya, pasukan yang dikomandani Jacquet berhasil lolos ke babak 16 besar dengan angka sempurna. Bagaimana tidak, Zinedine Zidane dkk berhasil menghancurkan Afrika Selatan 3-0, Saudi Arabia 4-0, dan Denmark 2-1. Denmark pun mendapat jatah tiket setelah berada di peingkat kedua dengan mengumpulkan poin empat.

Brasil dan Norwegia lolos ke babak 16 besar mewakili grup A. Pada laga perdana, Brasil yang berjuluk “Tim Samba” berhasil mengandaskan Skotlandia 2-1. Brasil meraih tiga angka setelah gol bunuh diri yang dilakukan Boyd pada menit ke-73. Di laga kedua, Ronaldo dkk bangkit dengan menggilas Maroko 3-0. Namun, rekor belum pernah kalah tersebut harus dipatahkan Norwegia dengan menudukkan “Tim Samba” 2-1. Meskipun demikian, Brasil berhak lolos bersama Norwegia yang berada di peringkat kedua dengan mengumpulkan enam poin.

Grup B menjadi grup yang sangat ketat. Italia bermain imbang 2-2 melawan Chili pada laga perdana. Di stadion De Toulouse, Kamerun imbang 1-1 melawan Austria. Meskipun demikian, Italia yang menjadi juara tiga kali menujukkan superioritasnya dengan mengalahkan Kamerun 3-0 dan Austria 2-1. Chili berhasil mendapat jatah tiket lolos karena rekor tidak terkalahkan di grup ini.

Dua tim Eropa, Spanyol dan Bulgaria bernasib apes berada di Grup D. Meski menang besar 6-1 atas Bulgaria, “Tim Matador”, julukan Spanyol, harus tersingkir karena dikalahkan Nigeria 2-3, dan hanya bermain imbang 0-0 melawan Paraguay. Bulgaria pun tersingkir karena mengalami dua kekalahan dan satu kali imbang. Alhasil, Nigeria dan Paraguay yang berhak menjadi wakil dari grup D.

Belanda dan Meksiko lolos mewakili Grup E dengan menyingkirkan Belgia dan Korea Selatan. “Tim Negeri Kincir Angin” lolos setelah meraih kemenangan besar 5-0 atas Korea Selatan meski pada dua laga sebelumnya Denis Bergkamp dkk hanya memperoleh dua poin saat ditahan imbang Belgia 0-0 dan Meksiko 2-2. Nasib serupa juga dialamai Meksiko. Mereka berhasil mengkandaskan Korea Selatan 3-1 setelah pada dua laga ditahan imbang Belgia dan Belanda dengan skor akhir yang sama 2-2.

Grup F diwakili Jerman dan Yugoslavia. Kedua negara sama-sama mengumpulkan poin tujuh. “Tim Panser”, julukan Jerman, berhasil mengalahkan Amerika Serikat dan Iran dengan skor akhir yang sama 2-0. Jerman gagal menjaga trek kemenangan setelah ditahan imbang Yugoslavia 2-2 di Stadion Felix Bollaert. Dalam duel tersebut, Jerman harus tertinggal terlebih dahulu berkat gol yang dicetak Mijatovic pada menit ke-13 dan Stojkovic pada menit ke-54. Namun, Jerman berhasil mengejar defisit gol setelah Mihajlovic melakukan gol bunuh diri pada menit ke-73 yang kemudian disamakan Jerman melalui gol yang dicetak Bierhoff pada menit ke-80.

Rumania dan Inggris berhasil lolos setelah menyingkirkan Kolombia dan Tunisia di Grup G. Sedangkan, Argentina dan Kroasia lolos setelah menyingkirkan Jamaikan dan Jepang di Grup H.

Jawara Piala Dunia 1966, Inggris harus angkat koper terlebih dahulu setelah dikalahkan Argentina melalui drama adu penalti di putaran kedua. Partai yang digelar di Stadion Geoffroy-Guichard yang dipadati 30.000 penonton berlangsung sengit. Bahkan, dua penalti pun terjadi di babak pertama. Babak kedua yang berakhir 2-2 penuh drama. Gelandang Inggris, David Beckham, diusir wasit Kim Nielsen (Denmark) karena “menendang” Diego Simeone. Bahkan, “The Three Lions
merasa dirugikan karena Nilesen menganulir gol Sol Campbell. Dalam drama adu penalti, Hernan Crespo dan Paul Ince gagal melesakkan bola pada tendangan kedua. “Tim Tanggo”, julukan Argentina, berhasil lolos keperempat final setelah Batty gagal menunaikan tugasnya di tendangan terakhir. Namun, Argentina gagal melaju ke semifinal setelah ditundukkan Belanda 2-1 di Stadion Velodrome.

Langkah Jerman melaju ke babak final harus kandas. Krosia berhasil mengahancurkan “Tim Panser” 3-0 di perempat final berkat gol yang diciptakan Jarni, Vlaovic, dan Suker.

Sementara itu, tuan rumah berhasil lolos ke perempat final dengan mengalahkan Paraguay 1-0. Laurent Blanc menjadi pahlawan “Tim Ayam Jantan” dengan mencetak gol pada menit ke-113. Selanjutnya, langkah Perancis mulus dan berhasil lolos ke semifinal setelah mengalahkan Italia dalam drama adu penalti dengan skor akhir 4-3.

Pada babak semifinal, Brasil berhadapan dengan Belanda. Kedua tim tampil dengan kekuatan penuh. Meskipun demikian, hingga turum minum skor kacamata bertahan. Pada babak kedua, kedua tim langsung saling baku serang. Brasil unggul terlebih dahulu berkat gol yang dicetak Ronaldo pada menit ke-46. Dalam waktu yang tersisa, Brasil menjaga keunggulan hingga laga nomal usai. Namun, penyerang Belanda, Patrick Kluivert menjadi pahlawan bagi timnya setelah mencetak gol pada menit ke-86. Drama adu penalti pun harus digelar setelah kedua tim masih imbang di masa perpanjangan waktu. “Tim Samba” mendapat ke final setelah Philip Cocu dan Frank de Boel gagal mengeksekusi penalti.

Pada partai seminal lainnya, dengan dukungan penuh publik, Perancis berhasil melaju ke final dengan mengalahkan Kroasia 2-1. Tuan rumah nayris gagal melaju ke final setelah penyerang Kroasia, Davor Suker, mencetak gol pada menit ke-46. Beruntung, Perancis mempunyai bek Lilian Thuram. Sepasang gol Thuram pada menit ke-47 dan 69 meng

Pada partai semifinal lainnya, Perancis dibayangi kecemasan. Pasalnya, Kroasia tampil mengejutkan meski baru pertama kali merasakan ketatnya Piala Dunia. Bagaiman tidak, tim besutan Miroslav Blazevic ini berhasil menghancurkan Jerman 3-0 pada perempat final. Meski begitu, dengan dukungan penuh suporter yang memadati Stadion de France, Perancis berusaha tampil semaksimal mungkin. Namun di awal babak kedua, kecemasan kembali timbul setelah penyerang Kroasia, Davor Suker berhasil mengoyak gawang yang dikawal Fabian Bartez pada menit ke-46. Meski dalam keadaan tertinggal, “Les Blues” tidak patah arang. Mereka berusaha mencetak gol balasan dengan cepat. Alhasil, bek Perancis, Lilian Thuram, membuat 76.000 penonton bersorak-sorai berkat golnya yang dilesakkannya semenit kemudian. Gol ini menjadi “pil perangsang” buat tim tuan rumah. Mereka tampil ngotot menerjang jantung pertahanan Kroasia. Usaha keras itu pun baru membuahkan hasil pada menit ke-69 berkat gol yang kemabali dicetak Thuram. Skor 2-1 untuk kemenangan Perancis bertahan hingga wasit Jose Garcia (Spanyol) meniup peluit panjang.

Seusai kemenangan di semifinal, pelatih Prancis Aime Jaquet mengatakan,”Tak ada yang bisa menghentikan kami sekarang!”

Ya, Jaquet benar-benar membuktikan omongannya setelah Perancis berhasil menudukkan sang juara bertahan Brasil 3-0. Pada 12 Juli, sekitar 80.000 pendukung “Tim Ayam Jantan” termasuk Presiden Prancis Jaques Chirac, menyaksikan partai final yang digelar di Stadion de France. Dukungan penuh “pemain ke-12″ tersebut, Perancis bermain penuh gairah.

Sejak wasit Said Belqola (Maroko) meniup peluit Perancis langsung menggedor pertahanan Brasil dan menciptakan beberapa peluang. Meski demikian, Perancis baru berhasil unggul berkat gol yang dicetak Zidane melalui kepalanya pada menit ke-27. Gol ini membuat semangat Zidane dkk berlapis. Pada masa injury time, Zidane membuat stadion seolah runtuh oleh gemuruh penonton yang bersorak kegirangan. Pada babak kedua, Emmanuel Petit memateraikan kemenangan Perancis dengan gol yang dicetaknya pada masa injury time.

Kemenangan Perancis yang memang sempurna. Mereka untuk pertama kalinya menjadi jawara di turnamen ini. Yang paling membanggakan, Perancis menjadi negara pertama yang tak pernah sepanjang turnamen kalah sejak 1970.

Rekam pertandingan Piala Dunia 1998
Top skor
Davor Suker (Portugal) 6 gol
Gabriel Batistuta (Argentina) 5 gol
Christian Vieri (Italia) 5 gol
Ronaldo (Brasil) 4 gol
Marcelo Salas (Chili) 4 gol
Luis Hernandez (Meksiko) 4 gol
Bebeto (Brasil) 3 gol
Cesar Sampaio (Brasil) 3 gol
Rivaldo (Brasil) 3 gol
Thierry Henry (Perancis) 3 gol
Oliver Bierhoff (Jerman) 3 gol
Jurgen Klinsmann (Jerman) 3 gol
Dennis Bergkamp (Belanda) 3 gol

Pemain Terbaik: Ronaldo (Brasil)
Kiper Terbaik: Fabian Bartez (Perancis)
FIFA Fair Play Award: Inggris dan Perancis

Perjalanan Menuju Juara
GROUP A
10 Juni, Brasil vs Skotlandia 2-1
10 Juni, Maroko vs Norwegia 2-2
16 Juni, Skotlandia vs Norwegia 1-1
16 Juni, Brasil vs Maroko 3-0

P W D L Goals Pts
1. BRASIL 3 2 0 1 6-3 6
2. NORWEGIA 3 1 2 0 5-4 5
3. MAROKO 3 1 1 1 5-5 4
4. SKOTLANDIA 3 0 1 2 2-6 1

GROUP B
11 Juni, Italia vs Chili 2-2
11 Juni, Kamerun vs Austria 1-1
17 Juni, Chili vs Austria 1-1
17 Juni, Italia vs Kamerun 3-0
23 Juni, Italia vs Austria 2-1

P W D L Goals Pts
1. ITALIA 3 2 1 0 7-3 7
2. CHILI 3 0 3 0 4-4 3
3. AUSTRIA 3 0 2 1 3-4 2
4. KAMERUN 3 0 2 1 2-5 2

GROUP C
12 Juni, Arab Saudi vs Denmark 0-1
12Juni, Perancis vs Afrika Selatan 3-0
18 Juni, Afrika Selatan vs Denmark 1-1
18 Juni, Perancis vs Arab Saudi 4-0
24 Juni, Perancis vs Denmark 2-1
24 Juni, Afrika Selatan vs Arab Saudi 2-2

P W D L Goals Pts
1. PERANCIS 3 3 0 0 9-1 9
2. DENMARK 3 1 1 1 3-3 4
3. AFRIKA SELATAN 3 0 2 1 3-6 2
4. ARAB SAUDI 3 0 1 2 2-7 1

GROUP D
12 Juni, Paraguay vs Bulgaria 0-0
13 Juni, Spanyol vs Nigeria 2-3
19 Juni, Nigeria vs Bulgaria 1-0
19 Juni, Spanyol vs Paraguay 0-0

P W D L Goals Pts
1. NIGERIA 3 2 0 1 5-5 6
2. PARAGUAY 3 1 2 0 3-1 5
3. SPANYOL 3 1 1 1 8-4 4
4. BULGARIA 3 0 1 2 1-7 1

GROUP E
13 Juni, Korea Selatan vs Meksiko 1-3
13 Juni, Belanda vs Belgia 0-0
20 Juni, Belgia vs Meksiko 2-2
20 Juni, Belanda vs Korea Selatan 5-0

P W D L Goals Pts
1. BELANDA 3 1 2 0 7-2 5
2. MEKSIKO 3 1 2 0 7-5 5
3. BELGIA 3 0 3 0 3-3 3
4. KORSEL 3 0 1 2 2-9 1

GROUP F
14 Juni, Yugoslavia vs Iran 1-0
15 Juni, German vs Amerika Serikat 2-0
21 Juni, German vs Yugoslavia 2-2
21 Juni, Amerika Serikat vs Iran 1-2
25 Juni, Amerika Serikat vs Yugoslavia 0-1
25 Juni, Jerman vs Iran 2-0

P W D L Goals Pts
1. JERMAN 3 2 1 0 6-2 7
2. YUGOSLAVIA 3 2 1 0 4-2 7
3. Iran 3 0 3 0 3-3 3
4. AS 3 0 1 2 2-9 1

GROUP G
15 Juni, Inggris vs Tunisia 2-0
15 Juni, Rumania vs Kolombia 1-0
22 Juni, Kolombia vs Tunisia 1-0
22 Juni, Rumania vs Inggris 2-1
26 Juni, Kolombia vs Inggris 2-0
26 Juni, Rumania vs Tunisia 1-1

P W D L Goals Pts
1. Italia 3 3 0 0 6-4 6
2. Argentina 3 2 0 1 4-3 4
3. Perancis 3 1 0 2 5-5 2
4. Hungaria 3 0 0 3 3-8 0

GROUP H
14 Juni, Argentina vs Jepang 1-0
14 Juni, Jamaika vs Kroasia 1-3
20 Juni, Jepang vs Kroasia 0-1
21 Juni, Argentina vs Jamaika 5-0
26 Juni, Argentina vs Kroasia 1-0

P W D L Goals Pts
1. Italia 3 3 0 0 6-4 6
2. Argentina 3 2 0 1 4-3 4
3. Perancis 3 1 0 2 5-5 2
4. Hungaria 3 0 0 3 3-8 0

Putaran Kedua
27 Juni, Paris, Brasil vs Chili 4-1
28 Juni, Saint Denis, Nigeria vs Denmark 1-4
29 Juni, Toulouse, Belanda vs Yugoslavia 2-1
30 Juni, St Etienne, Argentina vs Inggris 2-2 (Penalti 4-3)
27 Juni, Marseille, Italia vs Norwegia 1-0
28 Juni, Lens, Perancis vs Paraguay 1-0
29 Juni, Montpellier, Jerman vs Meksiko 2-1
30 Juni, Bordeaux, Rumania vs Kroasia 0-1

Perempat final
3 Juli, Nantes, Brasil vs Denmark 3-2
4 Juli, Marseille, Belanda vs Argentina 2-1
3 Juli, Saint Denis, Italia vs Perancis 0-0 (3-4)
4 Juli, Lyon, German vs Kroasia 0-3

Semifinal
7 Juli, Marseille, Brasil vs Belanda 1-1 (Pen 4-2)
8 Juli, Saint Denis, Perancis vs Kroasia 2-1

Perebutan peringkat tiga
11 Juli, Paris, Belanda vs Kroasia 1-2

FINAL
12 Juli, Saint Denis, Brasil vs Perancis 0-3

twitter 35b #pialadunia 1998: Kejayaan Tim Ayam Jantan


Viewed 53181 times by 6605 viewers

Posted in piala duniawith No Comments →

  • You Avatar
  • pulsa 
lancar
  • Football Quote

    “Five days shalt thou labour, as the Bible says. The seventh day is the Lord thy God’s. The sixth day is for football.” — Anthony Burgess

  • Posting lalu

  • Suara suporter


    ShoutMix chat widget
  • tag