Setelah tim nasional Indonesia gagal melangkah ke putaran final Piala Asia sehingga menimbulkan kekecewaan masyarakat dan berujung pada desakan revolusi PSSI, sepakbola Indonesia masih berpeluang unjuk gigi di kawasan Asia. Aktor untuk membawa kembali reputasi sepakbola Indonesia adalah Persipura Jayapura, Sriwijaya FC dan Persiwa Wamena. Meskipun bukan level tim nasional, ketiga klub ini setidaknya bisa menunjukkan bahwa sepakbola Indonesia belum habis.
Persipura akan mewakili Indonesia di Liga Champions Asia (AFC Champions League), Sriwijaya FC harus bertarung dulu menghadapi wakil Singapura, Singapore Armed Forces, dan menunggu pemenang antara wakil Vietnam dan Thailand untuk memperebutkan satu tiket ke LCA, sedangkan Persiwa akan bertarung di Piala AFC. Beban yang dipikul ketiga klub ini memang berat, sejak kompetisi ini bernama AFC Champions League digulirkan, belum pernah ada klub dari Indonesia yang mampu lolos dari putaran pertama. Namun inilah saatnya klub Indonesia menebus dosa tim nasional terhadap masyarakat pencinta sepakbola Indonesia.
Peluang Klub Indonesia
Asian Football Confederation (AFC) memberikan sebuah penghargaan istimewa terhadap klub-klub di Indonesia. Kompetisi Indonesia dianggap selapis dibawah kompetisi Liga Jepang, Korea, China dan negara kuat Asia lainnya, sehingga bisa mengirimkan tiga wakilnya di kompetisi antar klub Asia. Di kawasan Asia Tenggara, kompetisi sepakbola Indonesia masih dianggap yang terbaik, ini dibuktikan dengan hanya Indonesia yang langsung mengirimkan wakilnya ke putaran pertama Liga Champions ditambah satu wakil di babak play off.
Meski demikian, belum pernah ada wakil dari Indonesia yang mampu lolos ke putaran kedua. Bahkan seringkali klub Indonesia menjadi lumbung gol bagi lawan-lawannya. Disaat sepakbola Indonesia berada titik nadirnya, klub diharapkan bisa membuktikan bahwa kualitas kompetisi memang sesuai dengan ekspetasi AFC. Selain itu, penampilan bagus klub Indonesia bisa mengobati kekecewaan terhadap prestasi sepakbola Indonesia.
Peluang memang berat, Persipura yang langsung lolos ke putaran pertama harus berada satu grup dengan wakil Jepang Kashima Antlers (juara liga Jepang), wakil Korea Jeonbuk Hyundai (juara liga Korea), dan wakil China Changchun Watai (runners up liga super China). Sedangkan Sriwijaya FC harus bersaing dengan wakil dari negara Asia Tenggara (SAFFC Singapura, Da Nang Vietnam, Muangthong Thailand) terlebih dahulu sebelum lolos ke putaran pertama LCA. Kalaupun berhasil lolos, Sriwijaya FC harus berada satu grup dengan Henan (China), Gamba Osaka (Jepang) dan Suwon (Korea).
Yang mungkin agak lebih ringan adalah wakil Indonesia di Piala AFC, Persiwa Wamena. Persiwa berada di grup G bersama South China (Hongkong), V.B. (Maladewa) dan menunggu tim yang kalah antara Da Nang Vietnam dan Muangthong Thailand. Pada edisi Piala AFC yang lalu, PSMS Medan berhasil menemani South China (lolos hingga semifinal) lolos ke 16 besar meskipun akhirnya dikalahkan Chonburi Thailand.
Persipura sebagai juara Liga Super Indonesia 2009 tentunya diharapkan mampu mencapai hasil yang lebih baik dari klub-klub Indonesia yang berpartisipasi di LCA sebelumnya. Apalagi Papua dianggap sebagai daerah penghasil bakat-bakat alami sepakbola. Namun apakah bakat alam tersebut bisa menjadi jaminan berprestasi di level Asia? Belum tentu, bakat alam bukanlah sebuah jaminan, Persipura harus menambah kualitas permainan serta mampu bermain cerdas kalau ingin berprestasi di level Asia. Tetapi setidaknya Persipura sudah punya modal bakat untuk mengarungi kompetisi antar klub tertinggi di Asia tersebut.
Jadwal Persipura (LCA 2010) :
23 Februari 2010 : Persipura vs Jeonbuk (SUGBK, Jakarta)
09 Maret 2010 : Changchun Yatai vs Persipura (Changchun City, China)
24 Maret 2010 : Kashima Antlers vs Persipura (Kashima, Jepang)
30 Maret 2010 : Persipura vs Kashima Antlers (SUGBK, Jakarta)
14 April 2010 : Jeonbuk vs Persipura (Jeonju, Korea)
28 April 2010 : Persipura vs Changchun Yatai (SUGBK, Jakarta)

Viewed 23873 times by 6741 viewers