#IndonesiaUnited Lahir di tengah Kejumudan sepakbola kita • 07.31.09
Sepi rasanya, beberapa minggu ini penulis merasakan kondisi sepakbola kita, liga dimana mana sedang jeda, hanya ada beberapa pertandingan / turnamen antar klub yang tidak saya ikuti sama sekali, plus berita transfer dari luar negeri maupun di liga lokal yang benar – benar tidak menggoda saya untuk membacanya.
entah sindrom kemalasan apa yang menghampiri penulis saat ini, apakah memang tragedi bom membuat seluruh sendi sepakbola yang ada dalam tubuhku hilang lenyap atau entah pergi kemana. atau memang sepakbola sudah tidak membuat greget bagi penulis lagi, terutama sepakbola dalam negeri kita,
Ini bukan sebuah berita yang penting yang layak dibaca ini hanya semacam sebuah kejumudan berpikir yang mungkin akan segera berlalu dalam beberapa saat ketika ada sebuah sms ataupun telepon soal ajakan bermain bola kepada penulis. (more…)
Popularity: 8% [?]
Viewed 6226 times by 872 viewers

JAKARTA, KOMPAS.com - Sudah dua pekan tragedi ledakan bom di kompleks Mega Kuningan Jakarta pada 17 Juli 2009 berlalu. Kejadian ini menimbulkan dampak buruk bagi Indonesia, tak hanya pada sembilan orang korban tewas dalam teror tersebut, tapi juga pada pedagang kecil yang urung mendapat rezeki akibat batalnya tur Manchester United ke Jakarta.
Sepakbola dan politik. Keduanya memiliki kesamaan dimana sama-sama memperebutkan tahta. Bedanya politik memiliki legitimasi dalam mencapai tujuan. Sementara Sepakbola mengedepankan unsur persaingan. Yang terbaik bukan ditentukan oleh banyaknya suara dan seberapa besar massa yang mendukung tetapi oleh banyaknya gol ke gawang lawan. Dewasa ini Sepakbola tidak hanya sekedar banyaknya gol yang tercipta, tetapi juga permainan indah ala Jogo Bonito maupun Tango.
